Gerakan Nasional Komunitas Desa oleh Kementerian Desa

12/07/2017
Gerakan Nasional Komunitas Desa. Staf Khusus Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Syaiful Huda di sela kegiatan Gerakan Nasional Komunitas Desa di Hotel Jayakarta, Dago, Bandung, Rabu (6/12/2017). 
KeuanganDesa.info, BANDUNG - Komunitas kreatif yang diinisiasi warga desa perlu dikuatkan karena hal tersebut dapat mewujudkan kemandirian sebuah desa. Komunitas desa yang kreatif dan tangguh bakal mengantarkan kepada kemajuan bagi segenap warga desa. 


Pencanangan Gerakan Nasional Komunitas Desa (GNKD) dibuka oleh Staf Khusus Menteri Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Syaiful Huda, Rabu (6/12/2017) malam.

"Khusus untuk Jawa Barat, akan saya angkat isu soal penguatan komunitas penggerak desa. Ini jadi penting bagi kami karena mandat undang-undang desa, di mana pemerintah desa harus aktif, masyarakatnya juga harus aktif," kata Syaiful Huda, di depan 500 kepala desa, dan penggerak desa lainnya.

Kali ini Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) mulai mengoptimalkan penguatan komunitas desa setelah sebelumnya hanya permasalahan infrastruktur yang masih menjadi prioritas pembangunan desa. Pencanangan Gerakan Nasional Komunitas Desa oleh Kemendesa PDTT dilakukan untuk mengakselerasi penguatan komunitas desa tersebut.

"Pembangunan kawasan perdesaan tidak hanya melulu persoalan salahan infrastruktur, tetapi juga persoalan bagaimana membangun karakter warga desa. Berbagai komunitas desa yang bergerak di berbagai bidang kreatif merupakan salah satu upaya menciptakan karakter tangguh bagi warga desa," ujar Ketua Panitia Gerakan Nasional Komunitas Desa, Zaini Alif, di Bandung, Rabu 6 Desember 2017.

Zaini menjelaskan, lahirnya Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Desa yang mengamanatkan alokasi dana desa telah mendorong percepatan pembangunan kawasan perdesaan di berbagai bidang. Hanya saja, pada tiga tahun pertama, pengalokasian dana desa fokus pembangunan kawasan perdesaan masih seputar persoalan infrastruktur dan layanan sosial dasar. Sementara pembangunan karakter warga desa masih belum digarap secara optimal.

"Gerakan komunitas desa mendorong lahirnya berbagai wadah dan gerakan yang dilakukan warga desa, baik dalam bidang keterampilan, ekonomi-bisnis, mental spiritual, hingga seni budaya," kata Zaini.

Melalui Komunitas Desa Optimalkan Potensi Desa 

Ketua Komunitas Hong Kabupaten Bandung ini mengungkapkan bahwa desa mempunyai berbagai potensi, baik di bidang pertanian, perkebunan, keindahan alam, hingga seni-budaya. Menurut Zaini, potensi-potensi tersebut belum digarap secara maksimal karena selama ini konsep pemberdayaan masyarakat desa masih tergantung terhadap inisiasi dari pemerintah.

Untuk itu, dibutuhkan dorongan kesadaran agar warga desa memahami jika potensi-potensi yang ada di sekeliling mereka bisa digarap secara mandiri. "Warga harus bisa melihat potensi-potensi tersebut sebagai sebuah peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, dibutuhkan keberanian berpikir dan bertindak dari warga desa, baik secara individu maupun melalui komunitas," kata Zaini.

Gerakan Nasional Komunitas Desa, lanjut Zaini berbagai pemangku kepentingan desa akan bertemu dan mendapatkan berbagai materi penguatan karakter. Dalam forum ini juga akan dilakukan sesi berbagi dengan para pemateri maupun antarpeserta terkait berbagai komunitas desa yang mulai tumbuh di berbagai pelosok nusantara.

Nantinya peserta juga akan diajak untuk melakukan studi banding ke berbagai komunitas kreatif berbasis desa di Bandung dan sekitarnya.

"Kami berharap dengan adanya gerakan nasional komunitas desa ini warga desa semakin sadar untuk mengali potensi lokal sehingga menciptakan kemandirian dan kedaulatan ekonomi desa," jelas Zaini.

Pencanangan Gerakan Nasional Komunitas Desa ini diselenggarakan di Bandung pada 6-7 Desember 2017. Kegiatan ini diikuti ratusan pegiat desa mulai dari kepala desa, pengelola badan usaha milik desa (Bumdesa), aktivis desa, hingga pegiat komunitas desa.

Mereka akan melakukan diskusi, sesi berbagi, hingga studi banding ke berbagai komunitas kreatif di Jawa Barat dan sekitarnya.***

Share this

Orang Desa yang biasa-biasa saja, tidak istimewa. 

Tulisan Terkait

Latest
Previous
Next Post »